Archive for Mei, 2012


Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cangggih, guru dituntut untuk pandai dalam memanfaatkan segala media yang ada dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Melalui mata kuliah ini, saya pribadi telah memperoleh banyak hal positif yang sangat berkesan berkenaan dengan pengembangan profesi saya sebagai seorang guru Sekolah Dasar khususnya dalam hal menciptakan, mengkreasi dan memanfaatkan semua jenis media pembelajaran audio visual gerak/diam serta komputer dan internet. Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian ketika kita ingin memanfaatkan salah satu jenis media pembelajaran.

Pertama, media pembelajaran hendaknya merupakan hasil karya kita sendiri. Sebagai seorang guru/mahasiswa yang telah memperoleh mata kuliah IDIK 4403 ini, dituntut untuk mampu menciptakan alat perga serta media pembelajaran yangs esuai dengan kondisi guru, siswa, sekolah dan lingkungan. Banyak alternative media yang disampaikan selama perkuliahan. Kita tinggal memilih media apa yang sesuia dengan materi yang kita ajarkan, tujuan yang akan dicapai serta kondisi siswa dan guru.

Kedua, sebagai seorang guru kita dituntut untuk mampu mnegembangkan media yang sudah ada. Membuat terobosan baru dalam penggunaan media pembelajaran. Kita di tuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memodifikasi media pembelajran yang ada di sekitar kita.

Ketiga, memaksimalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terutama adanya Personal Computer, Laptop, Notebook dan sebagainya. Dismaping itu kita juga dituntut untuk selalu memeprkaya khasanah ilmu pengetahuan kita dengan memanfaatkan jaringan internet yang sudah bersifat global/international ini. Memalui internet, kita mampu memperoleh informasi sebanyak-banyaknya yang mampu menunjang profesi kita sebagais eorang guru.

Keempat, pemilihan media pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan Tujuan yang ingin dicapai, Karakteristik siswa/sasaran, Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak), Keadaan lingkungan setempat, serta Luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut harus dipertimbangkan sebelum memilih media yang akan digunakan. Dengan demikian penggunaan media mampu memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. Media pembelajaran yang digunakan mampu mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah.

Iklan

Lingkungan belajar sangat penting bagi siswa yang sedang tumbuh dan berkembang. Adapun lingkungan yang dapat dijadikan media belajar siswa adalah sebagai berikut :

1. Lingkungan Sekolah

Dalam hal ini misalnya di dalam kelas. Kelas dirancang semenarik mungkin dengan gambar, warna atau tulisan-tulisan yang bisa memotivasi siswa. Disamping itu, pengaturan kursi, lemari dan papan tulis harus diatur sedemikian rupa untuk keleluasaan ruang gerak. Pencahayaan dan ventilasi juga harus memenuhi standar kesehatan.

2. Lingkungan Keluarga.

Keluarga merupakan lingkungan belajar pertama karena setiap individu berasal dan tumbuh berkembang mulai dari lingkugan keluarga. Lingkungan keluarga berperan penting bagi seorang individu dalam membangun dasar kepribadiannya, pembentukan cara-cara berpikir dan berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Pengalaman masa kecil yang positif di lingkungan keluarga akan membentuk kepribadian yang baik.

4. Lingkungan Masyarakat

Lligkungan masyrakat juga berperan dalam membentuk kepribadian seorang siswa. Lingkungan masyarakat yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, akan cenderung melanggar peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolah. Begitu pula sebaliknya. Masyarakat berperan penting dalam mendidik para siswa untuk bisa memanfaaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat hidup tanpa bergantung terhadap makhluk hidup lain atau materi lain di dunia ini. Semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan membutuhkan energi dan berbagai materi dari lingkungannya untuk dapat bertahan hidup.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya lingkungan hidup itu? Lingkungan hidup adalah suatu ruang yang ditempati makhluk hidup beserta komponen abiotiknya. Cabang Biologi yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya adalah Ekologi.

Istilah Ekologi berasal dari dua suku kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat tinggal dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Istilah tersebut pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1869. Ernst Haeckel adalah seorang naturalis yang bijak dan menyenangi kehidupan bawah laut. Ia mengagumi Charles Darwin. Dia adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah Ekologi.

Secara umum, Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Di alam, baik itu makhluk hidup yang hidup di darat maupun di air, berusaha memenuhi kebutuhan energinya.

Makhluk hidup autotrof akan melakukan sintesis makanan untuk mendapatkan energi, sedangkan pada makhluk hidup heterotrof akan ada peristiwa memakan untuk mendapatkan energi. Pengurai (dekomposer) akan memecah materi organik kompleks menjadi lebih sederhana untuk dirinya dan dapat digunakan kembali oleh makhluk hidup autotrof.

Makhluk hidup dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungannya tersebut terdiri atas lingkungan abiotik dan biotik. Lingkungan abiotik contohnya air, tanah, suhu, dan iklim. Adapun lingkungan biotik contohnya hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Interaksi antarmakhluk hidup di lingkungannya tersebut akan membentuk suatu sistem. Sistem ini fleksibel, selalu berubah-ubah. Namun selalu menuju ke arah keseimbangan. Sistem ini disebut ekosistem.

Ekosistem adalah kesatuan interaksi yang seimbang antara komponen biotik dan komponen abiotik dalam suatu habitat. Habitat adalah suatu daerah kediaman makhluk. Komponen penyusun ekosistem adalah komponen abiotik dan komponen biotik.